Friday, 13 March 2015

PIALA DUNIA, TEH MANIS, DAN TARIKH TAHFIZH-KU

Piala Dunia tiba-tiba jadi momen tak terlupakan, hampir bagi semua kalangan. Tahun 2002, saat kuberanjak remaja, kucemas hadapi masa depan yang, baru kusadari, tampak sangat suram. Piala Dunia tak lagi memberiku keceriaan. Harus ada peristiwa besar dalam hidupku yang, kemudian, paling tidak, bisa kukenang setiap kali datang Piala Dunia. Kubulatkan tekad menghafal Al-Qur'an awal Juni saat Piala Dunia berlangsung meriah di dua negara, Korea dan Jepang.
Selama masa menghafal, puasa sempurnakan laparku. Tak ada bekal, apalagi uang. Bertemu nasi putih sekali dalam sehari sudah cukup bagiku. Terselip syukur dalam setiap hela nafas, karena, ternyata, masih ada yang perhatian padaku. Yaitu pamanku, sekaligus guru tahfizhku, dan bibi-ku, kakak pamanku, yang relakan rumahnya kutinggali selama menghafal. Bagiku, mereka adalah malaikat. Selain mereka, tak satupun keluargaku yang tahu aku sedang menghafal Al-Qur'an.

TIDURNYA AL-QUR'AN by Deden M. Makhyaruddin

Keberhasilan seseorang dalam menghafal Al-Qur'an dapat dilihat dari kualitas tidurnya. Bagaimana tidak, dia sudah bisa menata tidur sedemikian rupa, sangat rapih, maka menata hafalan tentu lebih bisa. Begitu pula dengan pencapaian yang lain.
Tidur yang berkualitas adalah yang nyenyak, diniatkan, tepat waktu, dan durasinya tidak lebih dari 7 atau 8 jam per-hari, sudah termasuk tidur yang berdurasi maksimal 30 menit di tengah hari, yaitu sebelum atau sesudah shalat zhuhur. Rasulullah Saw. Menyebutnya dengan qailulah.

TAHFIZH MOTIVATION dari Wall fb Deden M. Makhyaruddin

"Sesugguhnya menghafal Al-Qur'qn itu tidak membutuhkan metode, tetapi yg dibuthkan dalam menghafal Al-Qur'an hanyalah niat, mujahadah, dan istiqomah"
TAHFIZH MOTIVATION (35)
"Target penghafal Al-Qur'an yang ahlullaah itu bukan kapan saya khatam, tapi kapan saya bisa bergantung total kepada Allah, kapan saya bisa termasuk muttaqin, kapan saya bisa termasuk orang-orang yang khusyuk, kapan saya bisa membaca sepenuh hati, kapan saya bisa menjadi pribadi yang berakhlak Al-Qur'an seperti Rasulullah Saw.." (Imam Abu Bakar Al-Ajurri (w. 360 H.) dalam Akhlaqu Ahlil Qur'an)

Dari Fb Tuan Syirfan Indra, Tv al-Hijrah 13032015

Sering ternampak seorang individu ini apabila menghantar anak ke sekolah. Seorang bapa juga sama seperti saya menghantar anak saban pagi ke sekolah.

Namun perlakuan dan tindakannya sering saya perhatikan. Saya kategorikan beliau sebagai bapa yang baik.
Setiap kali melepaskan anaknya masuk ke sekolah, beliau akan memastikan anak yang kemas berpakaian. Beliau akan menunggu di luar pagar sehingga anaknya hilang dari pandangannya. Dalam tempoh itu, dia akan melambai-lambai tangan pada anaknya dan menjeritkan perkara-perkara yang positif pada anaknya. Sering saya dengar perkataan "focus, focus, focus...", "u can do it" dan pelbagai kata perangsang yang lain. Anak-anak lain juga akan mendengar jeritan bapa ini.
Selepas anaknya hilang dari pandangan, beliau akan mengambil masa 5 minit menunggu. Bila semuanya selesai, barulah beliau bergerak sambil mengelap matanya yang basah saban pagi. Saya fikir, doa panjang berlagu di dadanya...
Bila kali terakhir kita mengalir air mata melepaskan anak ke sekolah... atau bila kali terakhir kita doakan permata hati kita itu...?
Perhatikan manusia. Mereka mungkin jadi guru kita tanpa sedar...

Tips Hafazan Orang Sibuk

Ingin menghafaz tapi tak sempat?
Cara-caranya:
~ Pilih Surah & Ayat yang ingin dihafaz